Metode Riset
Isi dari Bab I:
Tema -> Jurnal -> Analisis Jurnal
Dalam Analisis Jurnal:
- Nama Pengarang
- Tahun
- Tema & Judul
- Masalah dan Tujuan
- Kerangka Pemikiran (Landasan teori terdahulu)
- Metodologi
- Hasil
- Kesimpulan
sakola
sharing knowledge
Senin, 17 Desember 2012
Rabu, 21 November 2012
Proposal Penelitian - Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan
- Judul Penelitian
Pengaruh
Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan di Outlet Vinoti di Jakarta
- Latar
belakang
Kepuasan pelanggan adalah tingkat keadaan perasaan seseorang yang
merupakan hasil perbandingan antara penilaian kinerja/hasil akhir produk dalam
hubungannya dengan harapan pelanggan (Kotler - 1997).
Suatu pelayanan dinilai memuaskan bila pelayanan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. Pengukuran kepuasan pelanggan merupakan elemen penting bagi suatu perusahaan dalam menyediakan pelayanan yang lebih baik, lebih efisien dan lebih efektif. Apabila pelanggan merasa tidak puas terhadap suatu pelayanan yang disediakan, maka pelayanan tersebut dapat dipastikan tidak efektif dan tidak efisien. Besar kemungkinan pelanggan meninggalkan produk atau jasa yang dijual. Tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan merupakan faktor yang penting dalam mengembangkan suatu sistim penyediaan pelayanan yang tanggap terhadap kebutuhan pelanggan, meminimalkan biaya dan waktu serta memaksimalkan dampak pelayanan terhadap populasi sasaran.
Suatu pelayanan dinilai memuaskan bila pelayanan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. Pengukuran kepuasan pelanggan merupakan elemen penting bagi suatu perusahaan dalam menyediakan pelayanan yang lebih baik, lebih efisien dan lebih efektif. Apabila pelanggan merasa tidak puas terhadap suatu pelayanan yang disediakan, maka pelayanan tersebut dapat dipastikan tidak efektif dan tidak efisien. Besar kemungkinan pelanggan meninggalkan produk atau jasa yang dijual. Tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan merupakan faktor yang penting dalam mengembangkan suatu sistim penyediaan pelayanan yang tanggap terhadap kebutuhan pelanggan, meminimalkan biaya dan waktu serta memaksimalkan dampak pelayanan terhadap populasi sasaran.
Ada beberapa faktor yang dapat dipertimbangkan oleh
pelanggan dalam menilai suatu pelayanan, yaitu: kualitas produk, kualitas
pelayanan, waktu pelayanan, harga produk dan biaya. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, pelanggan sendiri yang menilai dan
menidentifikasi tingkat kepuasan yang mereka terima dari barang atau jasa
yang diberikan, serta tingkat kepercayaan mereka terhadap produk dan
pelayanan
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas penulis merumuskan masalah:
Bagaimana
kualitas produk, kualitas dan waktu pelayanan serta harga produk dan biaya
mempengaruhi kepuasan pelanggan di Outlet Vinoti di Jakarta.
D.
Metodologi
Penelitian
- Sumber data
Data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan instrument
penelitian berupa kuisioner dengan skala 7, dimana semakin tinggi skala
menunjukkan tingkat kualitas pelayanan dan tingkat kepuasan pelayanan di Outlet
Vinoti di Jakarta semakin bagus.
- Sampel
Tehnik
penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan Sampling Aksidental yang
merupakan tehnik penentuan sampel yang kebetulan, dimana peneliti kebetulan
bertemu dengan siapa saja dapat digunakan sebagai sampel yang berbelanja di
Outlet Vinoti. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 30
orang.
- Metode analisis
Tehnik
analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis
regresi linear berganda. Model metode analisis regresi linear berganda
digunakan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan
pelanggan.
E.
Riset
sebelumnya
Penelitian
sejenis pernah dilakukan diantaranya:
-
Pengaruh
kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan di Piza Hut Gatot Subroto
Denpasar, Wayan Arya Paramarta, 2008
-
Pengaruh
Kualitas Layanan terhadap Kepuasan Pelanggan
dalam
Membentuk Loyalitas Pelanggan, Dwi Aryani dan Febrina Rosinta, 2010
Objek Penelitian
Objek penelitian adalah Outlet Furniture
Periode Penelitian
Data yang digunakan merupakan data kunjungan toko selama 1 bulan
Alat Yang Digunakan
Alat bantu yang digunakan dalam penelitian ilmiah ini adalah software SPSS
Objek penelitian adalah Outlet Furniture
Periode Penelitian
Data yang digunakan merupakan data kunjungan toko selama 1 bulan
Alat Yang Digunakan
Alat bantu yang digunakan dalam penelitian ilmiah ini adalah software SPSS
Senin, 08 Oktober 2012
Review Jurnal Perilaku Konsumen
Tahun : 2009
Pengarang : Hotniar Siringoringo
Tema & Judul : Strategi Pemasaran harus berlandaskan pada faktor-faktor yang
mempengaruhi Perilaku Konsumen
Masalah dan Motivasi : Pengambilan keputusan konsumen terhadap minat beli
Metodologi Penelitian: Penelitian dilakukan melalui literatur penelitian sebelumnya, baik melalui wawancara langsung, survei, uji hipotesa dan evaluasi
Pembahasan
Konsumen adalah objek luar bagian terpenting bagi setiap perusahaan. Perilaku konsumen oleh karenanya menjadi perhatian bagi perumus strategi pemasaran dalam setiap perusahaan.
Banyaknya penelitian mengenai Perilaku konsumen yang dilakukan untuk merumuskan strategi dalam pemasaran suatu produk harus melihat beberapa pertanyaan yang sering muncul diantaranya
1. Siapa yang memutuskan pembelian produk yang dibutuhkan?
2. Faktor apa saja yang mempengaruhi niat untuk membeli produk yang dibutuhkan?
3. Bagaimana konsumen memutuskan apa yang akan dibeli?
4. Bagaimana konsumen memutuskan jumlah yang akan dibeli?
5. Bagaimana konsumen memutuskan dimana akan membeli produk kebutuhannya?
Bagaimana konsumen memutuskan berapa sering akan membeli produk yang dibutuhkan?
7. Apakah ada hubungan niat dengan pembelian aktual yang terjadi?
Seberapa besar hubungan tersebut?
Beberapa penelitian sebelumnya menyimpulkan:
Nunes dkk (2002) menemukan bahwa pentingnya manajemen memperhatikan struktur biaya
dalam penetapan harga,
Hand (1993) menemukan bahwa level harga mempengaruhi perilaku konsumen dalam
sikap penerimaan resiko pembelian.
Money (1995) Unsur lokasi yang merupakan faktor distribusi
Simpsin (1992) Faktor promosi khususnya varaibel periklanan.
Bruce dkk (1988) menemukan bahwa Faktor produk ( kualitas produk) mempengaruhi perilaku konsument
Weiss (2003) juga dalam disertasinya menemukan bahwa produk,lebih tepatnya kualitas makanan, menyebabkan konsumen tertarik membeli produk.
Faktor-faktor yang mempengaruhi:
1. penentuan harga produk,
2. pemilihan metode dan media promosi,
3. pemilihan saluran distribusi dan pemilihan produk
Kesimpulan
Beberapa kesimpulan yang diperoleh dari kumpulan penelitian ini adalah:
1. Struktur Biaya mempengaruhi putusan konsumen dalam membeli suatu produk
2. Kualitas suatu produk membuat konsumen tidak ragu membayar lebih pada produk yang relatif memiliki harga tinggi
3. Faktor lingkungan mempengaruhi perbedaan minat beli konsumen
4. Promosi dan media distribusi melalui media komunikasi termasuk informasi “mulut ke mulut” mempengaruhi jaringan sosial konsumen
5. Karakteristik inovasi pada produk memungkinkan produk diterima oleh konsumen
Saran
Penelitian perlu terus dilakukan untuk menemukan inovasi baru dalam pengembangan produk, penentuan strategi harga, penentuan lokasi sampai bagaimana suatu produk di promosikan dan di distribusikan ke konsumen, sehingga pemasaran lebih fokus pada faktor yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan suatu perusahaan terhadap produknya.
DAFTAR PUSTAKA
Assael, Henry. 2001. Consumer Behavior and Marketing Action.
Singapura, Thomson Learning. Babin, Laurie Anne. Effects of
Imagery-Eliciting Strategies on Imagery Processing, Memory, Beliefs, Attitudes and Intentions
from Point Advertisement. Dissertation Abstracts International.
A The Humanity and Social Sciences. Volume 53, Number 12, June 1993.
Michigan, University Microfilms International, a Bell and Howell Company.
Beatty, S.E., Kahle, L.R. dan Homer, P. 1988.
The Involvement Commitment Model: Theory and Implications.
Journal of Business Research, Vol. 16, No. 2, pgs 149-167.
Burns, Mary Jane. Value in Exchange: The Consumer Persfective. Dissertation Abstracts
International. A The Humanity and Social Sciences. Volume 54, Number 9, March
1994. Michigan, University Microfilms International, a Bell and Howell Company.
Cai, Liping A, Ruemoi Feng dan Deborah Breiter
Tourist Purchase Decision Involment and Information Preferences. Journal of Vacation Marketing. Pg 138. March 2004. Dibartolo, Gerard Remo.
Ecological Marketing: A Study of Purchasing Executives’ Environmental Packaging Perspectives.
Dissertation Abstracts International.
A The Humanity and Social Sciences. Volume 56, Number 6, December 1995. Michigan, University Microfilms International, a Bell and Howell Company.
Dowdy, Marshall Dean. The Grocery Shopping Attitudes and Behavior of Convinience Store Patrons.
Dissertation Abstracts International. A The Humanity and Social Sciences. Volume 55,
Number 9, Maret 1995.
http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/308/jiptummpp-gdl-jou-2009-hotniarsir-15372-Hotniar.-7.pdf
http://www.ubm.ac.id/manajemen/images/doc/journal/jurnal-perilaku-konsumen-leli-deswindi.pdf
Minggu, 30 September 2012
Review Jurnal - Perilaku Konsumen
NAMA : Laurensia Setyawati
NPM : 18210022
KELAS : 3 EA 12
MATA KULIAH: Metode Riset
DOSEN : Bpk. DR . PRIHANTORO
REVIEW JURNAL
Tema/ Topik : Perilaku Konsumen
Tahun : 2010
Pengarang : Muhammad Fuad
Tema : Perilaku Konsumen
Judul : STORE ATMOSPHERE DAN PERILAKU PEMBELIAN KONSUMEN
DI TOKO BUKU GRAMEDIA MALANG
Masalah : Apakah ada hubungan antara penerapan store atmosphere dengan
perilaku pembelian konsumen dalam membeli buku.
Motivasi : menganalisis hubungan antara store atmosphere dan perilaku belanja
konsumen.
Metodologi Penelitian
Lokasi Penelitian
Penelitian dilaksanakan di Toko Buku Gramedia, berdasarkan dua pertimbangan utama.
Pertama, Toko Buku Gramedia Malang sebagai satu toko buku terbesar di kota Malang
Kedua, karena kondisi persaingan tersebut, toko buku Gramedia mulai berfokus pada
Sejumlah strategi alternatif, salah satunya adalah strategi store atmosphere.
Jenis Penelitian
Bersifat eksplanasi, yaitu menganalisis hubungan antara dua variabel atau lebih, sehingga
dari model hubungan tersebut dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pemecahan
masalah (Indrianto dan Supomo, 2004; Sugiyono, 2004).
Dalam hal ini, penelitian menganalisis model hubungan antara store atmosphere dan
perilaku belanja konsumen.
Sumber Data dan Metode Pengumpulan Data
Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data primer dan data sekunder.
Data primer diperoleh secara langsung dari obyek penelitian.
Data Sekunder adalah sumber data yang diperoleh secara tidak langsung, yaitu melalui media perantara.
Metode Pengumpulan Data
Data yang terkumpul melalui instrumen penelitian, dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda. Metode tersebut akan menunjukkan besaran pengaruh atau kontribusi dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Berikutnya, dilakukan pengujian atas tingkat signifikansi dari besaran pengaruh variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat. Pengujian ini menggunakan teknik uji F (F-test) dan uji t (t-test) (Widayat dan Amirullah, 2002; Arikunto, 2006).
Pembahasan
Era globalisasi menjanjikan suatu peluang dan tantangan bisnis baru bagi perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Terutama pada usaha ritel nasional, dimana perkembangan usaha retail di Indonesia pada saat ini cukup pesat.
Dengan kondisi tersebut, maka peran aspek pemasaran sangat menunjang daya saing perusahaan dalam mengantisipasi kondisi persaingan tersebut, utamanya dalam tujuan memenuhi kebutuhan konsumen. Kegiatan pemasaran berorientasi pada pelanggan yang dilakukan oleh suatu perusahaan sangatlah menentukan keberhasilan usaha perusahaan tersebut di masa yang akan datang.
Pada dasarnya, tujuan perusahaan menganut konsep pemasaran adalah memberikan kepuasan kepada konsumen dalam memenuhi keinginan dan kebutuhannya. Untuk itulah diperlukan strategi pemasaran yang efektif yang berorientasi utama kepada konsumen. Salah satu strategi pemasaran pada toko/gerai ritel adalah pendesainan store atmosphere atau atmosfir toko. Perancangan tersebut dilakukan diantaranya untuk dapat menarik konsumen, memicu pembelian oleh konsumen, menciptakan suasana tertentu yang kemudian dapat mempengaruhi emosi konsumen, dan untuk dapat mempengaruhi bagaimana konsumen berperilaku.
Peter dan Olson (2000) menyatakan bahwa tiga keputusan utama dalam mendesain lingkungan fisik suatu usaha adalah lokasi, tata letak, serta rangsangan atau atmosphere yang ditimbulkannya.
Store atmosphere merupakan unsur senjata lain yang dimiliki toko. Setiap toko mempunyai tata letak fisik yang memudahkan atau menyulitkan pembeli untuk berputar-putar didalamnya.
Proses penciptaan store atmosphere adalah kegiatan merancang lingkungan pembelian dalam suatu toko dengan menentukan karakteristik toko tersebut melalui pengaturan dan pemilihan fasilitas fisik toko dan aktifitas barang dagangan. Lingkungan pembelian yang terbentuk, melalui komunikasi visual, pencahayaan, warna, musik dan wangi-wangian, tersebut dirancang untuk menghasilkan pengaruh atau respon emosional dan persepsi khusus dalam diri konsumen sehingga bersedia melakukan pembelian serta kemungkinan meningkatkan pembeliannya (Utami, 2006; Kotler, 2006).
Konsumen merupakan individu, kelompok, dan organisasi yang melakukan kegiatan memilih, membeli, memakai, dan membuang barang atau jasa, gagasan atau pengalaman dalam rangka memuaskan kebutuhan dan hasrat mereka (Sumarwan, 2004; Kotler, 2006).
Faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen antara lain budaya, sosial, pribadi dan psikologis (Simamora, 2003).
Kotler (2006) menyatakan empat tipe perilaku pembelian konsumen, yaitu konsumen terlibat dalam perilaku pembelian yang rumit saat mereka sangat terlibat dalam sebuah pembelian dan menyadari adanya perbedaan yang signifikan diantara berbagai merk (perilaku pembelian yang rumit); konsumen yang akan berkeliling untuk mempelajari apa yang tersedia namun akan memilih dengan cukup cepat, dan mungkin terutama bereaksi terhadap kenyamanan berbelanja (perilaku pembelian pengurang disonasi); konsumen tidak melakukan pencarian informasi yang luas tentang kelebihan dan kekurangan merk tersebut (perilaku pembelian karena kebiasaan); serta konsumen yang sering melakukan perpindahan merk, umumnya terjadi karena pengaruh aspek variasi dibandingkan akibat adanya ketidakpuasan (perilaku pembelian yang mencari inovasi).
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Hubungan Store Atmosphere dan Perilaku Pembelian Konsumen
Store atmosphere mempengaruhi keadaan emosi seorang konsumen yang akan menyebabkan meningkatnya atau menurunnya pembelian. Keadaan emosional akan membuat dua perasaan yang dominan, yaitu perasaan senang dan membangkitkan keinginan, baik yang muncul dari psychological set ataupun keinginan yang bersifat mendadak (impulse) (Sutisna, 2003; Cheng, Wu dan Yen, 2009).
Store atmosphere yang didesain secara tepat dan baik akan dapat mendorong konsumen untuk pasti membeli barang. Unsur-unsur pendukung suasana ruang yang mencakup bagian depan toko, interior, layout dan interior display, kesemuanya akan terintegrasi membentuk suatu citra atau image toko yang diharapkan.
Hasil penelitian dan analisis membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari store atmosphere, yang meliputi store exterior, general interior, store layout dan interior display, terhadap perilaku berbelanja konsumen pada Toko Buku Gramedia Malang.
Variabel store layout mempunyai pengaruh paling besar atau dominan terhadap perilaku berbelanja konsumen pada Toko Buku Gramedia Malang.
Saran
Dengan ada nya hubungan antara store atmosphere dengan perilaku konsumen diharapkan adanya perbaikan dan perhatian terus menerus dalam menata outlet sehingga konsumen merasa nyaman, mudah mencari buku yang akan dibeli dan terundang untuk dating kembali ke outlet untuk membeli produk yang ada. Tanpa melupakan variable-variabel lain yang mendukung seperti pelayanan para karyawan, promosi atau iklan-iklan untuk produk yang dijual.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2006.
Prosedur Penelitian. Edisi Revisi. Jakarta: Cipta.
Berman, Berry dan Evans, Joel R. 2001.
Retail Management: a Strategic Approach. 8th Edition. Upper Saddle River: Pretice Hall International, Inc.
Cheng, Fei-Fei; Wu, Chin-Shan dan Yen, David C. 2009. The Effect of Online Store Atmosphere on Consumer’s Emotional Responses – an Experimental Study of Music and Colour.
Behavior & Information Technology. Vol. 28, Iss. 4. Hlm. 323-334.
Donovan, Robert J.; Rossiter, John R.; Marcoolyn, Gilian dan Nesdale, Andrew. 1994. Store Atmosphere and Purchasing Behavior.
Journal of Retailing. Vol. 70, Iss. 3. Hlm. 283-294.
Grewal, Dhruv; Baker, Julie; Levy, Michael dan Voss, Glenn B. 2003. The Effects of Wait Expectations and Store Atmosphere Evaluations on Patronage Intentions in Service-intensive Retail Stores.
Journal of Retailing. Vol. 79, Iss. 4. Hlm. 259-268.
Huda, Akhsanul dan Martaleni. 2007. Penerapan Strategi Physical Surrounding terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada Lesehan dan Galeri Joglo Dau.
Jurnal Manajemen Gajayana. Vol. 4, No. 1. Hlm. 1-14.
Indriantoro, Nur dan Supomo, Bambang. 2004.
Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi Dan Manajemen. Yogyakarta: BPFE.
Kotler, Philip. 2006.
Marketing Management: An Asian Perspective. Fourth Edition. Singapore: Prentice Hall.
Kuncoro, Mudrajat. 2003.
Metode Riset Untuk Bisnis Dan Ekonomi. Jakarta: Erlangga.
Kusumowidagdo, Astrid. 2006. Peran Penting Perancangan Interior pada Store Based Retail.
Jurnal Interior Kristen Petra. Vol. VI, No. 1 Hlm. 17-30.
Lamb Charles W.; Hair, Joseph F, dan McDaniel, Carl. 2001.
Pemasaran. Edisi Pertama. Jakarta: Salemba Empat.
Mowen, Jhon C. dan Minor, Michael. 2002.
Perilaku Konsumen. Jilid Pertama. Alihbahasa: Lina Salim. Jakarta: Erlangga.
Peter, J. Paul dan Olson, Jerry C. 2001.
Consumer Behavior: Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran. Alihbahasa: Yeti Semiharti. Jakarta: Erlangga.
Simamora, Bilson. 2003.
Membongkar Kotak Hitam Konsumen. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Spies, Kordelia; Hesse, Friedrich dan Loesch, Kerstin. 1997. Store Atmosphere, Mood and Purchasing Behavior.
International Journal of Research in Marketing. Vol. 14, Iss. 1. Hlm. 1-17. Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Thang, Doreen Chze Lin dan Tan, Benjamin Lin Boon. 2003. Linking Consumer Perception to Preference of Retail Stores: an Empirical Assessment of the Multi-Attributes of Store Image.
Journal of Retailing and Consumer Services. Vol. 10, Iss. 4. Hlm. 193-200. Utami, Christina Whidya. 2006.
Manajemen Ritel: Strategi dan Implementasi Modern. Edisi Pertama. Jakarta: Salemba Empat. Widayat dan Amirullah. 2002.
Riset Bisnis. Edisi 1. Malang: CV. Cahaya Press.
Langganan:
Postingan (Atom)